
Bercinta di Tengah Bejatnya Demokrasi
“Bercinta di Tengah Bejatnya Demokrasi” adalah kisah cinta yang lahir dari perlawanan. Di tengah dunia yang membusuk oleh kekuasaan dan pengkhianatan, Senandika dan Risalah memilih tetap mencintai—meski harus terbakar. Ditulis dengan bahasa puitis dan emosional, novel ini menghadirkan romansa yang tak tunduk.
Untuk kamu yang percaya: cinta bukan pelarian, tapi perlawanan.

Sajak yang Tak Pernah Sampai
Buku ini adalah sekumpulan puisi dari empat macam emosi manusia. Buku ini tidak hanya menyediakan puisi, namun juga banyak kisah falsafah hidup manusia.
Rp 20.000 Rp 25.000
(-20%)Dibuat: 17 May 2025